sharing

Penabur menuju Anugerah di Tual Maluku (3)

“Welcome to Langgur Karel Satsuitubun Maluku”, begitulah penggalan kalimat penyambutan ketika rombongan Penabur Berbagi landing di bandara Langgur. Cuaca saat kami datang kurang lebih habis hujan gerimis sehingga membuat suasana agak romantis sedikit. Sekali lagi tanpa komando, semua peserta sebagian besar mengambil posisi yang menentukan prestasi dalam berfoto bersama. Kebetulan waktu kami tiba ada juga pesawat Hercules dari TNI yang tiba.

     

Bandara Langgur ini bandara kecil dan buat saya pribadi ini bandara yang unik dari segi bangunan dan tempatnya bersih, bagus. Bangunannya bisa saya jadikan soal Matematika hehehe…. Setelah pengambilan bagasi, rombongan Penabur Berbagi langsung disambut oleh saudara – saudara dari YPPK DR. J. B. Sitanala diantaranya Ibu Bapak para Pendeta, perwakilan yayasan dan penyambutannya luar biasa karena banyak sekali yang datang. Setelah keluar bandara kami diantar menggunakan armada mobil panjang dan beberapa mobil A….za. O iya saya ada videonya namun belum saya edit jadi sementara cerita dan perwakilan foto dulu ya.

     

Perjalanan kami yang pertama dan utama adalah dari bandara Langgur ke Gereja Protestan Anugerah Maluku. Selama perjalanan kami melihat pemandangan pohon-pohon, pantai dan beberapa bukit seperti bukit semacam kapur/sejenisnya. Saya sendiri juga mengambil video karena memang kebutuhan untuk dokumentasi pribadi sekaligus konten youtube saya. Waktu yang ditempuh tidak terlampau lama karena memang disana tidak macet dan menariknya tidak ada lampu lantas (lalu lintas) hehehe…. Telinga saya juga tidak bising dengan yang namanya klakson seperti di Jakarta dan sekitarnya. Jalanan yang lurus dan bagus membuat saya mengantuk juga alhasil saya tidur juga untuk beberapa menit ke depan.

 

Selama saya tidur beberapa menit, silahkan teman – teman menyiapkan teh / kopi dulu ya.  Saya mau tidur dulu…. hehehehehehe……

Saya masih tidur teman, buat kopi atau teh dulu ya

 

 

 

 

Bro, pak, mas bangun – bangun udah sampai….. begitu kata seorang rekan dengan keramaian yang ada. Saya antara masih berada di langit ke tujuh dan langit – langit akhirnya terbangun juga. Saya pun bergegas karena ternyata penyambutannya heboh kayak pejabat negara datang. Handycam saya jelas standby mengabadikan momen yang ada. Kami disambut dengan tari – tarian khas Kei oleh siswa – siswi gabungan dari YPPK DR J. B. Sitanala dan pengalungan kain khas Kei kepada perwakilan rombongan Penabur Berbagi Ibu Evy, Ibu Eti dan Ibu Dian.

   

Mohon maaf untuk foto tari – tarian saat ini dalam bentuk tulisan dahulu ya karena saya mendokumentasikannya dalam bentuk video. Yang pasti adalah tariannya bagus, menyambut rombongan memasuki Gereja Protestan Anugerah. Luar biasa pokoknya. Mantul alias mantap betul.

Acara pun dimulai dengan doa, sambutan, perkenalan kedua belah pihak dan istimewanya dibuka oleh pejabat setempat yaitu Bp Petrus selaku Wakil Bupati Maluku Tenggara. Sebuah kehormatan besar bagi kami semua baik dari Penabur maupun dari YPPK DR J. B. Sitanala. Beliau menyempatkan hadir di tengah – tengah kami.

   

Setelah acara pembukaan selesai, kami dijamu oleh Tuan rumah beserta Bp Petrus Wakil Bupati untuk menikmati kudapan yang telah disediakan panitia. Disana kami mencoba pisang goreng yang dibalut dengan singkong SIANIDA namanya pisang embal. Bagaimana rasanya? Apakah ada bahayanya bagi tubuh? Apakah bisa mendatangkan jodoh ataupun rejeki ? Sabar teman, saya akan ceritakan di jilid 4 ya. Sekarang saatnya saya mau menikmati kudapan saya tentang pisang embal dalam bayang – bayang karena saat ini saya di Jakarta bukan di Maluku. #terbayangbayangdimata. Terima kasih ya sudah membaca tulisan ringan ini.

sharing

Penabur menuju Anugerah di Tual Maluku (2)

Masih lanjutan dari perjalanan kami saat transit di Ambon manise. Saat bincang – bincang di RM Barokah (RM itu rumah makan ya tepatnya warung makan) saya dan rekan – rekan terkaget – kaget karena banyak sapi berkeliaran dan menariknya sapinya jinak lho bisa diajak swafoto. Kalau mau lihat foto-fotonya bisa lihat diinstagram (IG) saya fransescorner ya. Hehehehe…..

Ini salah satunya ya

Saya pribadi memesan masakan ikan kuning, tempe orek dan telur dadar, mungkin beberapa dari pembaca sekalian bertanya kok ada tempe orek? Ya jelas ada wong penjualnya ada sentuhan orang dari Jawa jadilah ada tempe orek. Kami nikmati semua yang ada dengan gembira walaupun cuacanya lumayan panas tapi panasnya enak bukan panas polusi seperti di Jakarta. O iya guys sebelum membaca lebih lanjut, saya ingin menyarankan jika kalian suatu hari kesini yaitu bawa pakaian yang ringan dan banyak konsumsi air mineral karena cuacanya berbeda dengan Jakarta. Lanjuttt

Setelah mati gaya mau ngapain lagi selama di bandara Pattimura Ambon akhirnya waktu yang ditunggu tiba yaitu terbangggg ke Langgur Maluku Tenggara menggunakan pesawat ATR 72 dari maskapai W…. Air. Untuk teman – teman ketahui, pesawat ini adalah pesawat yang menggunakan baling – baling dan merupakan pesawat perintis dimana posisi tempat duduknya hanya 2 – 2 saja seperti kamu dan aku yang selalu ber 2. wkwkwk #melantoer. Dannn non bagasi serta tas yang dibawa ke kabin hanya 7 kg. Di pesawat ini sempat rombongan kami dijutekin sama si mbak pramugarang karena ada beberapa tas rombongan kami yang tidak bisa masuk ke kabin jadi harus dititip ke bagasi pesawat namun ga dikenai biaya. Oke the show must go on lah yau, ga usah pusing mikirin si garang. Seperti biasa karena beberapa dari kami baru pertama naik pesawat ATR maka kami berfoto bersama termasuk saya tentunya yang selalu mengabadikan momen setiap perjalanan. Bagi saya setiap perjalanan itu perlu dan penting untuk didokumentasikan karena bisa untuk diceritakan minimalnya untuk keluarga yaitu anak – anak saya dan si Tanti alias tambaTAN haTI (Isteri saya) cieeeeee #melantoer2.

Foto di depan pesawat ATR

Bagaimana kondisi didalam pesawat ? Ternyata kami tanpa komando sudah langsung foto bersama juga. Menarik ya. Disini saya berefleksi bahwa ketika kita semua berada dalam suasana yang gembira dan menikmati hal baru ternyata bisa bersatu dalam sebuah jepretan yang bernama wefie (semoga benar nulisnya). Sesaat setelah kami berfoto bersama, Mr Captain memberi tahu bahwa kami akan take off so harus pasang sabuk pengaman. See you Ambon Manise.    

Di dalam pesawat ATR (pose syantik dan ganteng)

Tanpa menunggu waktu panjang hanya 1 jam 20 menit an akhirnya Mr Captain memberitahu bahwa kita semua berada pada landing position. Namun sebelum landing, saya menyempatkan mengambil gambar dari udara dimana banyak pulau dan laut yang indah. Maaf foto pemandangan udaranya cuma 1 karena saat mau ambil foto lagi ada turbulensi kecil yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk berdoa supaya slamet. Doa tetap perlu walaupun nama saya slamet.

Foto dari pesawat, bagus khan


Oke guys ceritanya saya bikin menggantung dulu karena kalau saya nulis terus bisa digantung sama pimpinan saya. Sekarang saya mau ngajar dulu ya. Sampai bertemu di jilid 3 dengan tema khusus selamat datang Langgur Tual Maluku Tenggara. Makasih ya sudah membaca. 

sharing

Penabur menuju Anugerah di Tual Maluku (1)

Halo Indonesia selalu menjadi kalimat pembuka disetiap video pembelajaran/pembahasan soal Matematika SMP yang saya buat di content youtube saya fransescorner. Bukan tanpa alasan tentunya saya memilih kalimat singkat tersebut. Saya sebagai warga negara Indonesia selalu ingin berbuat lebih untuk bangsa ini sesuai kapasitas yang saya miliki. Puji syukur dari tanggal 13-18 Januari 2020 kemarin, saya beserta 18 rekan dari Penabur Jakarta dalam rangka PENABUR BERBAGI berangkat menuju Tual Maluku untuk berdinamika bersama saudara kita semua di YPPK DR J. B Sitanala – Gereja Protestan ANUGERAH Langgur Kota Tual Maluku Tenggara.

Jarak yang kami tempuh bukan main-main karena selain jauh juga kami akan menuju pulau kecil bernama Kei kecil di Maluku Tenggara dan bagi saya pribadi merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Ini baru perjalanannya ya. Kami berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusumah Jakarta pukul 06.00 WIB dan tiba di Ambon pukul 11.00 WIT (ada perbedaan waktu dua jam antara WIB dan WIT) perjalanan kami sebenarnya 3 jam saja. Kami berangkat menggunakan pesawat B…. Air menuju Ambon. Berikut foto kami bersama saat tiba di bandara Pattimura Ambon yang sedang dalam perbaikan ketika kami tiba.

Rombongan di Bandara Pattimura Ambon

Di Ambon kami transit sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke bandara Karel Satsuitubun Langgur yang berada di Kei Kecil Maluku Tenggara. Sambil menunggu pesawat, saya dan beberapa rekan mencoba mengeksplor bandara Pattimura utk melihat keramaian yang ada. Namun kami memilih utk menikmati suasana luar bandara dimana banyak warung makan lokal setempat dan kami mencoba mencicipi hidangan yang ada. Berikut foto-foto saya diluar bandara bersama rekan-rekan saya.

Bagaimana kisah kami berikutnya? Tunggu dicerita jilid 2 ya. Saya mau ternak teri dulu alias anTER aNAK anTER Isteri.