sharing

Penabur menuju Anugerah di Tual Maluku (2)

Masih lanjutan dari perjalanan kami saat transit di Ambon manise. Saat bincang – bincang di RM Barokah (RM itu rumah makan ya tepatnya warung makan) saya dan rekan – rekan terkaget – kaget karena banyak sapi berkeliaran dan menariknya sapinya jinak lho bisa diajak swafoto. Kalau mau lihat foto-fotonya bisa lihat diinstagram (IG) saya fransescorner ya. Hehehehe…..

Ini salah satunya ya

Saya pribadi memesan masakan ikan kuning, tempe orek dan telur dadar, mungkin beberapa dari pembaca sekalian bertanya kok ada tempe orek? Ya jelas ada wong penjualnya ada sentuhan orang dari Jawa jadilah ada tempe orek. Kami nikmati semua yang ada dengan gembira walaupun cuacanya lumayan panas tapi panasnya enak bukan panas polusi seperti di Jakarta. O iya guys sebelum membaca lebih lanjut, saya ingin menyarankan jika kalian suatu hari kesini yaitu bawa pakaian yang ringan dan banyak konsumsi air mineral karena cuacanya berbeda dengan Jakarta. Lanjuttt

Setelah mati gaya mau ngapain lagi selama di bandara Pattimura Ambon akhirnya waktu yang ditunggu tiba yaitu terbangggg ke Langgur Maluku Tenggara menggunakan pesawat ATR 72 dari maskapai W…. Air. Untuk teman – teman ketahui, pesawat ini adalah pesawat yang menggunakan baling – baling dan merupakan pesawat perintis dimana posisi tempat duduknya hanya 2 – 2 saja seperti kamu dan aku yang selalu ber 2. wkwkwk #melantoer. Dannn non bagasi serta tas yang dibawa ke kabin hanya 7 kg. Di pesawat ini sempat rombongan kami dijutekin sama si mbak pramugarang karena ada beberapa tas rombongan kami yang tidak bisa masuk ke kabin jadi harus dititip ke bagasi pesawat namun ga dikenai biaya. Oke the show must go on lah yau, ga usah pusing mikirin si garang. Seperti biasa karena beberapa dari kami baru pertama naik pesawat ATR maka kami berfoto bersama termasuk saya tentunya yang selalu mengabadikan momen setiap perjalanan. Bagi saya setiap perjalanan itu perlu dan penting untuk didokumentasikan karena bisa untuk diceritakan minimalnya untuk keluarga yaitu anak – anak saya dan si Tanti alias tambaTAN haTI (Isteri saya) cieeeeee #melantoer2.

Foto di depan pesawat ATR

Bagaimana kondisi didalam pesawat ? Ternyata kami tanpa komando sudah langsung foto bersama juga. Menarik ya. Disini saya berefleksi bahwa ketika kita semua berada dalam suasana yang gembira dan menikmati hal baru ternyata bisa bersatu dalam sebuah jepretan yang bernama wefie (semoga benar nulisnya). Sesaat setelah kami berfoto bersama, Mr Captain memberi tahu bahwa kami akan take off so harus pasang sabuk pengaman. See you Ambon Manise.    

Di dalam pesawat ATR (pose syantik dan ganteng)

Tanpa menunggu waktu panjang hanya 1 jam 20 menit an akhirnya Mr Captain memberitahu bahwa kita semua berada pada landing position. Namun sebelum landing, saya menyempatkan mengambil gambar dari udara dimana banyak pulau dan laut yang indah. Maaf foto pemandangan udaranya cuma 1 karena saat mau ambil foto lagi ada turbulensi kecil yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk berdoa supaya slamet. Doa tetap perlu walaupun nama saya slamet.

Foto dari pesawat, bagus khan


Oke guys ceritanya saya bikin menggantung dulu karena kalau saya nulis terus bisa digantung sama pimpinan saya. Sekarang saya mau ngajar dulu ya. Sampai bertemu di jilid 3 dengan tema khusus selamat datang Langgur Tual Maluku Tenggara. Makasih ya sudah membaca. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.